Akhirnya jaket eksklusif ini selesai juga. Jaket yang didesain khusus oleh dan untuk Santri Tahfidz Quran Habiburrahman. Dengan bahan yang cukup tebal, jaket ini memang cocok sekali dipakai itikaf ramadhan untuk menangkis udara dingin kota bandung, apalagi waktu qiyamullail. Setelah beberapa kali mengikuti itikaf ramadhan di habiburrahaman, mungkin itikaf kali ini akan menjadi lebih spesial, selain karena saya punya grup baru - santri tahfidz Quran, juga akan ada belasan itikafer yang akan menggunakan jaket santri tahfidz quran. wew..
Perkenalkan yang mendesain dan memproduksi jaket ini namanya Agus yayan. Santri Tahfidz angkatan 4 yang paling populer.
Sekarang sudah masuk bulan Sya'ban, tepat satu bulan lagi Ramadhan menjelang. Persiapan menyambutnya akan sangat menyenangkan. Sebagaimana orang kebanyakan menyambut sesuatu yang mereka cintai, tentunya mempersiapkan penyambutan yang meriah. Mereka membuat hal-hal yang menarik dan menceriakan suasana.
Sebuah keluarga muda menyambut anak pertamanya dengan merenovasi rumah, menyiapkan ranjang baru, lemari baru, dan lain-lain. Seorang ibu menyiapkan makanan yang lezat dan bersih-bersih kamar untuk kedatangan anaknya setelah setelah lama terpisah jauh. Mari lakukan hal sama untuk menyambut kedatangan Ramadhan.
Bulan yang sangat kita cintai akan segera datang. Bulan Ramadhan sungguh sangat spesial dibanding bulan lain, dia sangat pantas disambut dengan sangat meriah. Di bulan Ramadhan Allah akan memberi banyak pengampunan, pahala dilipat gandakan, dan dosa-dosa dihapuskan.
Jaket untuk Itikaf Habiburrahman mudah-mudahan baru menjadi suatu permulaan untuk rangkaian penyambutan lainnya yang lebih besar. Mungkin saya akan sedikit mereposisi tata letak di rumah, mempersiapkan beberapa hadiah yang siap dibagi-bagikan, dan yangpaling saya sukai, mari banyak menebar kebaikan dan amal sholeh untuk menyambut Ramadhan.
Mari berbahagia menyambut Ramadhan ..
Selasa, 13 Juli 2010
Menyambut Ramadhan; Jaket Eksklusif untuk Itikaf di Habiburrahman
Minggu, 04 Juli 2010
Istilah Entrepreneurship; STREET SMART , Purdi E.Chandra
Street smart adalah cerdas dari praktek langsung. Tak perlu menjadi paling ahli dalam suatu bidang atau mengetahui teori semua bidang agar anda sukses. Cukup dengan trik-trik jalanan sederhana seperti ATM (Amati, Tiru & Modifikasi), dan lain sebagainya, seseorang bisa mencapai sukses. Modal utama street smart adalah keberanian mencoba, optimisme, dan kemampuan analisis sederhana. Street smart mungkin lebih dekat kepada learning by doing. Tapi ini bukan sekedar learning karena banyak hal yang dipertaruhkan disini.
Purdi E. Chandra yang pertama kali mengibarkan hal ini di Indonesia melalui sekolah bisnisnya Entrepreneur University. Dengan tagline “cara gila jadi pengusaha” Entrepreneur University (EU) terbilang sukses membentuk pengusaha-pengusaha baru yang street smart. Mengambil jalan street smart memang akan terlihat seperti orang gila. Mereka memiliki keberanian menghadapi tantangan yang luar biasa dibandingkan dengan orang pada umumnya. Justru disinilah menariknya. Purdi E. Chandra berhasil membuktikannya. Dengan pola street smart, semakin banyak pengusaha muda sukses baru dari kalangan EU, padahal mereka tak memiliki pendidikan tinggi ataupun keahlian khusus di bidangnya. Lalu mereka yang sudah sukses ini berbagi pengalamannya kepada anggota-anggota baru.
Menurut Purdi, kendala orang sulit menjadi pengusaha adalah karena terlalu banyak diajarkan menggunakan otak kiri (academic smart )di sekolah/kampus. Menurutnya mereka yang academic smart, terlalu terbiasa untuk tidak boleh salah, padahal dalam kehidupan nyata semakin banyak kesalahan dapat menjadi pengalalman yang berharga untuk pelajaran hidup. Di sekolah kita terbiasa diajarkan bagaimana menghitung angka-angka dan menghafal pelajaran, bukannya belajar praktek berkomunikasi, kerjasama tim dan kepemimpinan yang baik. Di sekolah, mencontek adalah hal yang diharamkan. Dalam street smart mencontek malah dianjurkan. Kita tentunya mengenal istilah ATM (Amati, Tiru & Modifikasi).
Sehingga ada yang berpendapat bahwa sistem pendidikan kita di sekolah selama ini sebetulnya ‘memiskinkan kecerdasan entrepreneur’ kita sendiri.
Street smart menuntut kita belajar dari kesuksesan dan kegagalan orang lain maupun kita sendiri yang kita temui semasa berpraktek. Hal yang dilihat sukses dapat ditiru dan dikembangkan sedang yang berbuah kegagalan dapat menjadi peringatan untuk tidak diikuti. Tidak perlu repot-repot merintis jalan baru, konsep baru atau produk baru dalam bisnis yang belum tentu keberhasilannya, toh sudah banyak orang yang telah merentasnya, kita cukup memperhatikan dan meniru serta mengembangkan yang telah berhasil dan menjauhi yang telah gagal. Dengan segera mempraktekkannya, pengalaman kita akan terbentuk, kemudian perlahan konsep, metode dan hal-hal lainnya dapat kita pahami dengan sendirinya. Salah satu contoh yang sukses dengan metode ini di bidang internet adalah GM. Susanto.
Semakin kesini pola street smart ini semakin banyak digunakan orang di berbagai bidang. Ada internet marketing street smart, dll. Determinasi otak kanan dan kekuatan mental sangat dominan berpengaruh bagi praktisi Street smart. Kalimat sederhananya street smart adalah cerdas dengan praktek. Kalau di sekolah/kampus, kita hanya akan mendapat cerdas akademik saja (academic smart)
Soo.. kalau begitu jangan sekolah tinggi-tinggi kalau mau sukses ..!! lho..
Purdi E. Chandra yang pertama kali mengibarkan hal ini di Indonesia melalui sekolah bisnisnya Entrepreneur University. Dengan tagline “cara gila jadi pengusaha” Entrepreneur University (EU) terbilang sukses membentuk pengusaha-pengusaha baru yang street smart. Mengambil jalan street smart memang akan terlihat seperti orang gila. Mereka memiliki keberanian menghadapi tantangan yang luar biasa dibandingkan dengan orang pada umumnya. Justru disinilah menariknya. Purdi E. Chandra berhasil membuktikannya. Dengan pola street smart, semakin banyak pengusaha muda sukses baru dari kalangan EU, padahal mereka tak memiliki pendidikan tinggi ataupun keahlian khusus di bidangnya. Lalu mereka yang sudah sukses ini berbagi pengalamannya kepada anggota-anggota baru.
Menurut Purdi, kendala orang sulit menjadi pengusaha adalah karena terlalu banyak diajarkan menggunakan otak kiri (academic smart )di sekolah/kampus. Menurutnya mereka yang academic smart, terlalu terbiasa untuk tidak boleh salah, padahal dalam kehidupan nyata semakin banyak kesalahan dapat menjadi pengalalman yang berharga untuk pelajaran hidup. Di sekolah kita terbiasa diajarkan bagaimana menghitung angka-angka dan menghafal pelajaran, bukannya belajar praktek berkomunikasi, kerjasama tim dan kepemimpinan yang baik. Di sekolah, mencontek adalah hal yang diharamkan. Dalam street smart mencontek malah dianjurkan. Kita tentunya mengenal istilah ATM (Amati, Tiru & Modifikasi).
Sehingga ada yang berpendapat bahwa sistem pendidikan kita di sekolah selama ini sebetulnya ‘memiskinkan kecerdasan entrepreneur’ kita sendiri.
Street smart menuntut kita belajar dari kesuksesan dan kegagalan orang lain maupun kita sendiri yang kita temui semasa berpraktek. Hal yang dilihat sukses dapat ditiru dan dikembangkan sedang yang berbuah kegagalan dapat menjadi peringatan untuk tidak diikuti. Tidak perlu repot-repot merintis jalan baru, konsep baru atau produk baru dalam bisnis yang belum tentu keberhasilannya, toh sudah banyak orang yang telah merentasnya, kita cukup memperhatikan dan meniru serta mengembangkan yang telah berhasil dan menjauhi yang telah gagal. Dengan segera mempraktekkannya, pengalaman kita akan terbentuk, kemudian perlahan konsep, metode dan hal-hal lainnya dapat kita pahami dengan sendirinya. Salah satu contoh yang sukses dengan metode ini di bidang internet adalah GM. Susanto.
Semakin kesini pola street smart ini semakin banyak digunakan orang di berbagai bidang. Ada internet marketing street smart, dll. Determinasi otak kanan dan kekuatan mental sangat dominan berpengaruh bagi praktisi Street smart. Kalimat sederhananya street smart adalah cerdas dengan praktek. Kalau di sekolah/kampus, kita hanya akan mendapat cerdas akademik saja (academic smart)
Soo.. kalau begitu jangan sekolah tinggi-tinggi kalau mau sukses ..!! lho..
Rabu, 02 Juni 2010
Istilah Entrepreneurship ; Hukum Rata-rata oleh Dr. Farrah Gray
Menarik sekali membaca buku Dr. Farrah Gray, seorang Miliuner kulit hitam Amerika yang mendapatkan 1 juta dollar pertamanya pada usia ke-16. Saya geleng-geleng kepala waktu membaca biografinya. Seakan melihat suatu keajaiban seorang anak miskin di lingkungan kumuh berubah menjadi seorang sukses dalam waktu singkat. Pertama kali membaca synopsis bukunya “Get Real Get rich”, yang terbersit dalam kepala saya adalah dua hal. Orang ini penipu, atau Ini keajaiban. Ternyata tidak ada yang benar.
Farrah hanya melakukan apa yang dia pandang benar, lalu berhasil..!Banyak sekali nilai besar yang disampaikan seorang muda Farrah Gray, kali ini saya hanya akan membahas “hukum rata-rata”. Di Bukunya “Get Real Get Rich” Farrah mengajak kita untuk menjadi orang yang realistis. Bersikap realistis, anda akan sukses. Bahkan dia sendiri mengaku dirinya realis berdarah dingin. Berhenti menganggap orang yang berhasil adalah karena “keberuntungan”, bahkan lebih ekstrim lagi Farrah menganggap tidak ada yang namanya “Keberuntungan”.
Hukum rata-rata berkata semakin banyak jumlah kesempatan yang anda buat semakin besar peluang kesuksesan yang anda punya. Orang sukses tidak duduk menunggu-nunggu suatu kesempatan emas lewat di depan mata mereka. Sebaliknya mereka menciptakan kesempatan mereka sendiri. Mereka menciptakan kesempatannya dengan memperbanyak menemui orang-orang dan membuat jaringan. Farrah mengajak kita melepaskan mentallitas lotre yang menginginkan keberuntungan datang tanpa usaha.
Sebagian orang berpegang pada ungkapan “Orang yang tepat di waktu yang tepat”. Ini juga merupakan suatu kebohongan. Yang benar adalah “Anda harus berada di berbagai tempat kapan pun juga” buat agar orang lain tahu bahwa anda ada. Hadirkan diri anda kapanpun dengan kondisi selalu siap. Maka hukum rata-rata berlaku; kesempatan dan peluang akan datang kepada anda bertubi-tubi.
Kalau anda bertanya kepada seorang miliarder seberapa banyak usaha yang dia lakukan untuk menjadi kaya, Farrah berani bertaruh kalau dia akan berkata “banyak sekali”. Bahkan Thomas alfa Edison berhasil menciptakan lampu pijar setelah usaha ke 9988. Jadi, kalau kita telah merasa gagal mencoba menjadi orang sukses, jangan langsung menyerah. Anda hanya gagal memanfaatkan satu peluang diantara banyak peluang lain. Sedang orang yang gagal hanya akan menangisi kegagalan.
Hukum rata-rata berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Mari lihat kembali, sudah berapa banyak kesempatan yang kita buat, orang yang kita temui, dan tempat yang telah kita datangi? Mari ciptakan peluang, mari menuju sukses..
Senin, 24 Mei 2010
TIPS MEMBUAT KOPI TUBRUK LEBIH NIKMAT - (2)
Menyeduh dan mengaduk
Kopi tubruk yang dikenal di Indonesia adalah bubuk kopi yang dibanyur air yang mendidih, bahkan direbus bersamaan dengan air dan gula. Anda dapat mencobanya cara seperti itu. Namun kebanyakan para penikmat kopi tubruk sekarang ini tidak suka melakukan hal demikian. Karena suhu yang terlalu tinggi dapat menghilangkan aroma kopi dan mengeluarkan rasa pahit yang berlebihan dari kopi.
Idealnya menggunakan air bersuhu 80-90°C agar kopi tetap matang namun tidak menambah kuat rasa pahit. Untuk mendapatkan suhu 80-90°C tidak perlu menggunakan thermometer. Air yang baru mendidih didiamkan saja selama beberapa menit atau bisa menggunakan air panas dari dispenser.
Seduhlah kopi terlebih dahulu (tanpa gula) dengan air panas. Saat memasukkan air panas, usahakan sambil memutar termos, sehingga air dan kopi tercampur tanpa diaduk. Diamkan selama 2-5 menit, baru kemudian masukkan gula sambil diaduk. Kopi tubruk siap disajikan..
Persiapkan Diri Sebelum Minum Kopi
Minum kopi perlu persiapan? Bila minum kopi hanya sebatas kebiasaan, persiapan tentu tidak diperlukan. Namun bila ingin menyelami kenikmatan citarasa kopi tubruk, persiapan harus anda lakukan:
1. Sikat gigi. Dengan menyikat gigi, kita membersihkan rongga mulut, sekaligus merangsang saraf-saraf halus indera perasa yang ada di pangkal gigi dan gusi, serta lidah. Minum kopi dengan rongga mulut bersih pasti lebih nikmat.
2. Menciptakan suasana santai. Dengan suasana yang santai, citarasa kopi akan dapat dinikmati secara keseluruhan. Bila terburu-buru, minum kopi akan berkurang kenikmatannya. Dan bila belum terbiasa, jangan meminum kopi tubruk di malam hari..! kecuali memang berencana begadang
Cara Menikmati Kopi Tubruk
Bagian ini yang sering membuat orang tidak bias membedakan kopi yang baik dengan tidak. Bagi orang yang tidak biasa menikmati kopi dan menjadikan minum kopi hanya sebagai kebiasaan harian, pasti sulit membedakan rasa dari biji kopi yang baik dengan tidak. Beberapa teman saya telah beberapa kali saya suguhkan beberapa jenis kopi yang berbeda-beda, namun mereka tetap saja sulit membedakan beberapa jenis kopi tersebut.
Menikmati kopi sebaiknya dimulai dari menghirup aromanya terlebih dahulu, baru menyeruput kopi. Karena sesungguhnya indera penciuman dan perasa (lidah) bekerja hampir bersamaan. Dengan menghirup aroma dan menyeruput kopi secara bersamaan seluruh saraf indera yang ada di kedua rongga dapat terpakai maksimal.
Jangan tergesa-gesa menelannya, sebarkan dulu kopi ke seluruh bagian lidah. Sebagaimana kita ketahui lidah manusia sendiri terbagi dalam beberapa bagian yang hanya dapat mengecap rasa-rasa tertentu. Pastikan seluruh bagian lidah sudah tersentuh kopi agar seluruh rasa dapat terdeteksi oleh lidah. setelah tersebar rata baru telan air kopi. Setelah melakukan tips ini, baru akan mengetahui kenikmatan setiap tegukannya.. SILAKAN MENCOBA..
Jumat, 21 Mei 2010
TIPS MEMBUAT KOPI TUBRUK LEBIH NIKMAT
Sobat online, banyak sekali orang yang menjadikan minum kopi sebagai kebiasaan. Karena telah menjadi kebiasaan, sampai tidak tahu bagaimana kenikmatan kopi itu sendiri. Hingga kalau ditanya perbedaan tiap jenis kopi yang mereka minum, mereka tidak bisa menyebutkan. Saya bukan seorang ahli, saya hanya penikmat kopi biasa. Tips ini adalah hasil pengalaman kakek saya, saya sendiri dan orang lain yang telah punya pengalaman banyak tentang kopi tubruk
Menyimpan Kopi yang Baik
Bubuk kopi memiliki sifat menyerap udara di sekitarnya. Bahkan di masyarakat kita bubuk kopi dipakai untuk mengurangi bau menyengat pada oleh-oleh makanan bila dibawa bepergian. Maka sebaiknya tempat menyimpan bubuk kopi adalah tempat yang kedap udara, atau celah udara untuk masuk tempat kopi dibuat seminimal mungkin.
Takaran Kopi, Air dan Gula
Sebenarnya cara mencicipi kenikmatan kopi adalah tanpa gula..
Perbandingan 1,5:0,5:100 ini bisa dipakai hampir kepada semua jenis kopi arabika. Kecuali kopi arabika mandheling (Sumatera Utara). Untuk kopi jenis mandheling perbandingan kopi dan gula harus benar-benar berimbang, dan jangan sampai terlalu banyak atau kekurangan gula. Kekurangan atau kelebihan gula akan sangat besar pengaruhnya terhadap rasa. Untuk kopi jenis robusta perbandingan gula dapat lebih banyak, karena kopi robusta lebih pahit. Kalau kopi luwak saya belum berani ngasih saran karena belum mencoba.
>>Di bagian ke-2 tulisan akan dibahas tips menyeduh dan mengaduk dan lain-lain.

Menyimpan Kopi yang Baik
Bubuk kopi memiliki sifat menyerap udara di sekitarnya. Bahkan di masyarakat kita bubuk kopi dipakai untuk mengurangi bau menyengat pada oleh-oleh makanan bila dibawa bepergian. Maka sebaiknya tempat menyimpan bubuk kopi adalah tempat yang kedap udara, atau celah udara untuk masuk tempat kopi dibuat seminimal mungkin.
Takaran Kopi, Air dan Gula
Sebenarnya cara mencicipi kenikmatan kopi adalah tanpa gula..

karena rasa dan karakter khas setiap jenis kopi akan benar-benar terasa dan tidak tercampur dengan pengaruh rasa gula. Tapi itu juga tergantung selera masing-masing orang, karena tidak semua orang menyukai minum kopi tanpa gula. Saya sendiri biasa menggunakan perbandingan begini = 1,5:0,5:100 (1,5 sendok teh kopi : 0,5 sendok teh gula : 100cc air). Dengan perbandingan ini, rasa kopi dan gula cukup berimbang, sehingga karakter kopi tidak hilang, juga tidak terlalu pahit. Perbandingan 1,5:0,5:100 ini bisa dipakai hampir kepada semua jenis kopi arabika. Kecuali kopi arabika mandheling (Sumatera Utara). Untuk kopi jenis mandheling perbandingan kopi dan gula harus benar-benar berimbang, dan jangan sampai terlalu banyak atau kekurangan gula. Kekurangan atau kelebihan gula akan sangat besar pengaruhnya terhadap rasa. Untuk kopi jenis robusta perbandingan gula dapat lebih banyak, karena kopi robusta lebih pahit. Kalau kopi luwak saya belum berani ngasih saran karena belum mencoba.
>>Di bagian ke-2 tulisan akan dibahas tips menyeduh dan mengaduk dan lain-lain.
Label:
java mocca,
kopi luwak,
kopi toraja,
tips kopi tubruk
Langganan:
Postingan (Atom)



